Near Eastern Painting – Qajar Art – Konvensi Eropa dalam Seni Persia

Qajar Art – The History
Qajar Art mengacu pada seni dan gaya dari Dinasti Qajar (1781-1925) dari Persia (Iran). Setelah periode panjang ketidakstabilan dan isolasi Kekaisaran Safawi (1501-1736), Era Qajar menyaksikan ledakan dalam ekspresi artistik di bawah pemerintahan damai Agha Mohammad Khan Qajar (1742-97) dan keturunannya. Kebangkitan kehidupan budaya dan seni di Iran dimulai selama Zand Periode (1750-79), yang meletakkan dasar Qajar Seni awal.

Namun, kontak Persia dengan Eropa dipulihkan selama periode ini, yang juga tercermin dalam genre dan materi pelajaran ini. Inspirasi dari Seni Eropa dirombak dalam gaya Qajar yang riang, yang dilakukan dengan nada warna Eropa yang flamboyan dalam konteks tradisi kerajaan Iran. Gaya ini mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan seniman Persia seperti Abu Hassan Gaffari (1842-66) bergabung dengan sekolah seni Eropa pada akhir abad ke-19. Dengan paparan ini, Qajar Art, khususnya lukisan cat minyak, mendekati gaya para master Eropa, seperti Reubens (Italia, 1577-1640) dan Rembrandt (Belanda, 1606-1669).

Rinciannya
Para seniman Qajar sangat beragam seperti pendahulu mereka Zand & Safavid. Berbagai gaya seni dipraktekkan, seperti mural, minyak di kanvas, manuskrip, ilustrasi, cat air, karya lak, kaca, batu, dan enamel. Beberapa genre dominan dari gaya ini adalah:

o Potret – Para seniman Qajar Awal menggambarkan potret dalam bentuk pipih, menggunakan elemen dekoratif emas dan perak pada kostum kepala & kerajaan untuk mendemarkasi figur kerajaan dari rakyat jelata. Yang paling terkenal dari karya seni ini adalah lukisan para penguasa Fateh Ali Shah Qajar (1772-1834) dan Mohammed Shah Qajar (1808-84). Di bawah pengaruh Eropa, seniman potret menggunakan teknik barat figur pemodelan untuk menambahkan derajat naturalisme pada lukisan, seperti yang terlihat pada lukisan cat air Ali, penerus Nabi Muhammad.
o Floral Themes – Pola bunga formal yang sangat bergaya sangat populer di Era Qajar. Menjelang abad ke-19, motif bunga, dedaunan, buah-buahan, dan burung mengambil inspirasi dari ilustrasi Eropa yang diimpor.
o Kaligrafi – seniman Qajar menghasilkan desain kaligrafi yang berfungsi sebagai logo atau ikon dalam lukisan mereka. Gelombang pergerakan ini lahir ke Nastaliq Style, yang kemudian menjadi dominan dalam Kaligrafi Persia.
o Seni Tekstil – Gaya tradisional pakaian dalam potret kerajaan memberi jalan kepada identitas militer Barat di bawah pengaruh Eropa, membuat Shahs tampil lebih maju & barat untuk raja Eropa. Potret Nassirudin Shah Qajar (1831-96), yang dilakukan pada paruh terakhir Era Qajar menggambarkan perubahan ini. Menggambarkan wanita Persia dalam pakaian Eropa yang modis adalah penyimpangan signifikan lainnya dari prinsip-prinsip Islam, karena proliferasi barat.

Kesimpulan
Era Qajar adalah periode perubahan signifikan dalam masyarakat Persia. Yang paling jelas dari perubahan ini adalah dampak dari ide-ide dan teknologi Barat pada Persia di abad ke-19. Qajar Art memberikan ekspresi visual yang akurat terhadap dualitas dalam budaya Persia, yang diciptakan karena pengaruh Barat pada tradisi Persia yang mengakar kuat.

Leave a Reply

Required fields are marked*